Pernah merasa sudah membuat CV semenarik mungkin, tetapi belum juga mendapat panggilan interview? Bisa jadi masalahnya bukan ada pada desain atau warna CV, melainkan isi yang ada di dalamnya.
Salah satu bagian yang sering diabaikan pencari kerja adalah professional summary. Padahal, inilah bagian pertama yang biasanya dibaca recruiter sebelum mereka melihat pengalaman kerja, pendidikan, atau kemampuan yang kamu miliki.
Dalam waktu beberapa detik saja, recruiter akan memutuskan apakah CV-mu layak dibaca lebih lanjut atau tidak. Karena itu, professional summary yang ditulis dengan baik bisa menjadi pembeda di antara puluhan bahkan ratusan CV lainnya.
Apa Itu Professional Summary CV?

Professional summary adalah ringkasan singkat yang berada di bagian atas CV. Umumnya terdiri dari 2–4 kalimat yang menjelaskan siapa dirimu, pengalaman atau latar belakang yang dimiliki, keahlian utama, serta nilai yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.
Berbeda dengan objective statement yang lebih berfokus pada tujuan karier pelamar, professional summary justru menonjolkan alasan mengapa perusahaan perlu mempertimbangkanmu sebagai kandidat.
Singkatnya, bagian ini adalah kesempatan pertama untuk “memperkenalkan diri” sebelum recruiter membaca isi CV secara keseluruhan.
Baca juga artikel ini: Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Recruiter
Kenapa Professional Summary Penting?
Bayangkan seorang recruiter sedang menyeleksi ratusan CV dalam sehari. Mereka tentu tidak akan membaca setiap CV dari awal hingga akhir secara mendetail.
Professional summary membantu recruiter memahami profil kandidat hanya dalam beberapa detik. Jika isi ringkasannya relevan dengan posisi yang sedang dibuka, peluang CV untuk masuk ke tahap seleksi berikutnya tentu akan lebih besar.
Beberapa manfaat professional summary antara lain:
- Memberikan kesan pertama yang profesional.
- Menampilkan kompetensi utama tanpa harus membaca seluruh CV.
- Membantu recruiter menilai apakah profil kandidat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
- Membuat struktur CV lebih rapi dan mudah dipahami.
Cara Membuat Professional Summary yang Menarik HR
Tidak perlu menulis paragraf yang panjang. Yang terpenting adalah menyampaikan informasi yang relevan dan mampu menunjukkan keunggulanmu sebagai kandidat. Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan.
1. Mulailah dengan Memperkenalkan Diri Secara Profesional
Sebutkan profesi, latar belakang pendidikan, atau bidang yang kamu tekuni saat ini.
Contohnya:
Digital Marketing Specialist dengan pengalaman lebih dari tiga tahun dalam mengembangkan strategi media sosial dan kampanye digital untuk berbagai industri.
Jika kamu masih fresh graduate, tidak perlu khawatir karena kamu tetap bisa menonjolkan latar belakang pendidikan maupun pengalaman organisasi atau magang.
Contohnya:
Fresh graduate S1 Manajemen yang memiliki ketertarikan pada bidang Human Resources serta pengalaman magang dalam administrasi rekrutmen.
2. Tunjukkan Pencapaian, Bukan Sekadar Pengalaman
Banyak kandidat hanya menuliskan jabatan yang pernah dipegang. Padahal, recruiter lebih tertarik mengetahui dampak yang berhasil kamu berikan.
Sebagai contoh, daripada hanya menulis Social Media Admin, akan lebih menarik jika kamu menjelaskan bahwa kamu pernah meningkatkan engagement media sosial hingga 60% dalam enam bulan.
Beberapa contoh pencapaian yang bisa dicantumkan antara lain:
- Berhasil meningkatkan engagement media sosial hingga 60%.
- Menangani proses rekrutmen lebih dari 100 kandidat setiap bulan.
- Memimpin proyek digital yang selesai tepat waktu sesuai target perusahaan.
Jika memungkinkan, gunakan angka atau data karena akan membuat informasi yang kamu sampaikan terasa lebih kredibel.
3. Cantumkan Keahlian yang Relevan

Pilih kemampuan yang benar-benar dibutuhkan untuk posisi yang kamu lamar. Hindari memasukkan terlalu banyak skill hanya agar CV terlihat penuh.
Beberapa contoh skill yang sering dicari perusahaan antara lain:
- Recruitment
- Microsoft Excel
- Data Analysis
- Public Speaking
- Leadership
- Problem Solving
- Customer Service
- Digital Marketing
Pastikan skill yang kamu tuliskan memang sesuai dengan pengalaman atau kemampuan yang kamu miliki.
Baca juga artikel ini: Cara Meningkatkan Peluang Dipanggil Interview Kerja
4. Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar
Kesalahan yang masih sering dilakukan pencari kerja adalah menggunakan satu professional summary untuk semua lamaran.
Padahal, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Luangkan waktu beberapa menit untuk membaca deskripsi pekerjaan, lalu sesuaikan isi professional summary dengan posisi tersebut.
Selain membuat CV terasa lebih relevan, cara ini juga membantu CV lebih mudah terbaca oleh sistem ATS (Applicant Tracking System) yang digunakan banyak perusahaan saat proses rekrutmen.
5. Gunakan Bahasa yang Singkat, Padat, dan Profesional
Professional summary bukan tempat untuk menceritakan seluruh perjalanan kariermu.
Idealnya, cukup tuliskan sekitar 40–70 kata yang mampu menjelaskan siapa dirimu, apa keahlianmu, dan kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.
Gunakan kalimat yang jelas, mudah dipahami, dan hindari penggunaan kata-kata yang berlebihan.
Contoh Professional Summary Fresh Graduate

Fresh graduate S1 Psikologi yang memiliki ketertarikan pada bidang Human Resources dan Recruitment. Memiliki pengalaman magang dalam administrasi rekrutmen serta aktif mengikuti organisasi kampus yang mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Siap belajar, beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, serta memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Baca juga artikel ini: Cara Menjawab Pertanyaan Interview yang Sering Ditanyakan HR
Contoh Professional Summary Kandidat Berpengalaman
Human Resources Officer dengan pengalaman lebih dari lima tahun dalam proses rekrutmen, administrasi karyawan, dan pengembangan SDM. Berhasil menangani proses hiring lebih dari 300 kandidat setiap tahun serta meningkatkan efisiensi administrasi melalui digitalisasi proses rekrutmen. Terbiasa bekerja dengan target dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan berbagai stakeholder.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Professional Summary
Meskipun terlihat sederhana, masih banyak kandidat yang melakukan kesalahan saat menulis professional summary. Beberapa di antaranya adalah:
- Menulis ringkasan yang terlalu panjang sehingga menghabiskan banyak ruang di CV.
- Terlalu fokus pada tujuan pribadi tanpa menjelaskan nilai yang bisa diberikan kepada perusahaan.
- Menggunakan kalimat yang terlalu umum seperti “pekerja keras”, “jujur”, atau “bertanggung jawab” tanpa disertai bukti maupun pencapaian.
- Menggunakan professional summary yang sama untuk semua lowongan pekerjaan.
- Mengulang informasi yang sudah dijelaskan pada bagian pengalaman kerja.
Professional summary memang hanya terdiri dari beberapa kalimat, tetapi dampaknya bisa sangat besar terhadap kesan pertama recruiter. Dengan ringkasan yang relevan, jelas, dan menunjukkan nilai yang kamu miliki, peluang CV untuk lolos tahap screening akan semakin besar.
Sedang mencari peluang kerja yang sesuai dengan kemampuanmu? Pantau lowongan kerja terbaru dari PT Mitra 28 dan temukan posisi yang sesuai dengan pengalaman serta jenjang karier yang ingin kamu bangun.
Silahkan hubungi PT Mitra Dua Delapan untuk informasi lebih lanjut melalui:
WhatsApp: +62 821-2279-1128/+62 823-1596-2810
Email: karir@mitra28.id








